Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rifki Feriandi
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Rifki Feriandi adalah seorang yang berprofesi sebagai Relawan. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Di Balik Medali Emas Patricia Geraldine di SEA Games 2025

Kompas.com, 18 Desember 2025, 12:41 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Dan menangis. Seolah dia sedang menunjukkan sisi humanis seorang juara, bahwa dia seorang manusia biasa.

Patricia Geraldine adalah seorang anak. Dia menempatkan mamih papihnya sebagai pelabuhan, sebagai tempat yang aman di mana dia tidak perlu berpura-pura kuat. Di depan orang tuanya, dia menjadi diri sendiri, bukan sebagai seorang peraih medali emas, atau juara pertandingan tingkat dunia sekali pun. 

So sweet.

Demikian juga ketika menjawab pertanyaan tentang hal-hal yang harus dikorbankan untuk meraih apa yang diusahakan sebagai atlet. Ternyata bukan hal-hal yang sophisticated yang dia korbankan, melainkan hal-hal yang sepele. Tentu lah kalau kehilangan waktu bermain sepertinya bisa dia atasi, dengan membuat keseruan sendiri dengan teman-teman sepelatihan. Tapi, yang menurutnya dia korbankan adalah:

"Gak bisa ikutan kerja kelompok, karena harus latihan". 

Terbayang anak-anak seusianya yang justru sedang berusaha menghindari kerja kelompok, tapi ternyata hal-hal yang seperti itu, momen-momen melelahkan seorang pelajar, justru menjadi hal-hal alamiah yang Patrice rindukan. Hal seperti itu menjadi kemewahan yang dia tidak bisa beli.  Seperti juga ujian sekolah barengan. Dia rindukan. 

Ternyata pengorbanan terbesar seorang pahlawan olahraga itu bukan soal keringat atau darah, melainkan kehilangan "normalitas". 

Dan di sinilah mamih papihnya memegang peranan dan tetap selalu mendampinginya. Termasuk dengan sering membuka obrolan tentang pendidikan, baik sekarang atau ke depannya agar setelah tidak aktif sebagai atlet, dia mandiri dan tetap menjadi seorang pribadi yang berhasil dalam kehidupannya. Patrice sekarang sedang menjalani perkuliahan S2 di bidang Bisnis di Binus University. 

***

Sebenarnya masih ada hal lain yang saya ingin tahu lebih banyak. Tetapi dia dan ibunya ada urusan lain yang perlu kehadiran mereka.

Hal itu tidak sempat ditanyakan karena ya kita cenderung ngobrol, tidak seperti berbentuk wawancara, termasuk obrolan ringan tentang hadiah uang yang dia terima dan rencana penggunaan hadiah itu.

Namun demikian, saya kirimkan satu pertanyaan melalui pesan whatsapps untuk dia jawab saja ketika dia senggang. Pertanyaannya adalah:

"Kalau Patrice ketemu diri Patrice waktu masih kecil dulu, apa yang mau Patrice katakan ke dia?"

Dan jawaban dia singkat, sederhana tapi sangat menyentuh.

"Hai Pat kecil. Jangan takut ya. Jalani aja semuanya. You can do it".

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Tentang Ibu yang Baru Kita Pahami Setelah Dewasa
Kata Netizen
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Kata Netizen
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Kata Netizen
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Kata Netizen
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Kata Netizen
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
Kata Netizen
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau