Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Dina Amalia (Kaka D)
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Dina Amalia (Kaka D) adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Pagi Mie Kondang, Taichan Malamnya: Cerita Kuliner Khas “Anak Jaksel”

Kompas.com, 11 Januari 2026, 13:46 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Kedai ini tak pernah benar-benar sepi. Anak muda hingga orang tua silih berganti datang. Dari obrolan singkat dengan penyaji, saya tahu bahwa Mie Kondang ini sudah ada sejak era 1980-an dan hanya buka hingga pukul dua siang. Tak heran jika banyak yang datang pagi-pagi.

Usai makan, perhatian Ibu tertuju pada sebuah tempat yang berdampingan dengan kedai mie tersebut: Jakarta Foto. Seketika, wajahnya berbinar. Tempat itu rupanya menyimpan kenangan lama.

“Masih ada, ya. Dulu kalau mau cetak foto Kakak, Ibu selalu ke sini,” katanya, mengenang era 1990-an, ketika mencetak foto masih menjadi momen istimewa. Jakarta Foto kala itu bukan sekadar tempat cetak, tetapi juga studio sederhana lengkap dengan properti.

Kami hanya mengintip dari luar, tetapi nuansa tahun 90-an masih terasa kuat dari foto-foto yang terpajang.

Bagi yang ingin berkunjung, lokasi Mie Kondang dan Jakarta Foto ini sangat mudah dijangkau. Tepat di dekat tangga Stasiun MRT Blok A, cukup ketik “Mie Kondang Blok A” di peta digital.

Menikmati Taichan di Bawah Pohon dan Flyover

Malam harinya, perjalanan kuliner berlanjut ke kawasan Senayan Simprug. Tujuannya satu: sate taichan yang pernah viral saat masa pandemi, meski sejatinya sudah ada jauh sebelum itu. Bahkan, saya sudah mengenalnya sejak sekitar 2016.

Bersama rekan, kami memesan taichan kulit dan taichan campur. Pilihannya jelas: daging, kulit, atau campuran. Fleksibel, sesuai selera. Sepiring sate datang bersama lontong, sambal, bubuk kaldu, jeruk nipis, dan bawang goreng.

Tak sulit memahami mengapa sate taichan ini begitu populer. Sambalnya memiliki karakter khas—gurih, pedasnya bersahabat, dan tidak pelit. Bebas nambah.

Meski begitu, sejak semakin viral, tingkat kepedasan sedikit meningkat mengikuti permintaan pelanggan.

Selain sambal, keistimewaan lainnya terletak pada daging dan proses pembakarannya. Daging dimarinasi dengan bumbu rahasia sebelum dibakar, dan selama proses pembakaran terus diolesi bumbu yang sama. Hasilnya, sate terasa juicy dengan rasa yang meresap hingga ke dalam.

Saya menyaksikan sendiri bagaimana tempat ini berkembang. Dari masa awal ketika pemiliknya langsung melayani pelanggan, hingga kini dengan beberapa karyawan. Namun, satu hal tak berubah: pelayanannya tetap ramah dan cekatan.

Suasana makannya pun unik. Meja-meja sederhana berada tepat di bawah flyover dan di bawah rindangnya pohon. Aneh tapi nyata, suasananya justru tenang dan membuat betah. Tak heran jika banyak yang menyebutnya sebagai seni bersantap di bawah pohon dan flyover.

Dengan harga Rp20.000 per porsi sate dan tambahan Rp5.000 untuk lontong, tempat ini terasa ramah di kantong. A

neka minuman dan jajanan ringan pun tersedia dengan harga terjangkau. Lokasinya di Jalan Patal Senayan Simprug, tepat di bawah Flyover Permata Hijau, buka selepas magrib.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Kata Netizen
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Kata Netizen
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Kata Netizen
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Kata Netizen
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
Kata Netizen
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Kata Netizen
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau