
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Tape Uli dan Penutup Hari Minggu
Siang harinya, saya sempat bertemu penjual tape uli keliling. Makanan tradisional ini terasa langka, biasanya hanya muncul saat Lebaran. Dengan Rp15.000, saya mendapatkan tiga uli dan satu plastik ketan.
Seperti biasa, Ibu memastikan, “Ulinya baru, kan?” Penjual menjawab singkat, “Masih anget, Bu.” Rasanya pun tak mengecewakan. Manis, bersih, dan disajikan rapi dengan daun pisang.
Begitulah Minggu saya berlalu—berburu kuliner legendaris dan viral, sekaligus memungut potongan nostalgia.
Setelah semua selesai, satu hal terasa pasti: mata dan lidah benar-benar dimanjakan. Segar kembali, dengan rasa yang masih tertinggal.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Berburu Mie Kondang dan Taichan, Kuliner Legendaris Favoritnya "Anak Jaksel""
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang