
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Niat Baik yang Bisa Berbalik Arah
Pada dasarnya, keinginan untuk menyenangkan orang lain berangkat dari niat baik. Kita ingin membantu, ingin diterima, ingin menjaga hubungan.
Namun ketika dilakukan secara berlebihan, sikap ini dapat membuka celah untuk dimanfaatkan.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa orang yang terlalu tidak enakan sering kali bertemu dengan orang yang tidak tahu diri.
Bukan berarti semua orang akan memanfaatkan kebaikan kita. Namun jika seseorang mengetahui bahwa kita sulit menolak, ada kemungkinan batasan kita akan terus diuji.
Jika dibiarkan, yang dirugikan adalah diri sendiri baik secara finansial, emosional, maupun profesional.
Belajar Menjadi Tegas Tanpa Kehilangan Empati
Menjadi tegas bukan berarti berubah menjadi pribadi yang cuek atau egois. Justru, kemampuan menetapkan batasan adalah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Berikut beberapa langkah yang bisa mulai diterapkan:
1. Berani berkata tidak.
Menolak bukanlah tindakan yang salah. Jika kondisi keuangan tidak memungkinkan, menolak permintaan pinjaman adalah hal wajar.
Jika pekerjaan sudah menumpuk, menolak tambahan tugas juga sah-sah saja. Kuncinya adalah menyampaikan dengan sopan dan jelas.
2. Menyadari bahwa kita tidak bisa menyenangkan semua orang.
Seberapa pun besar usaha kita, selalu ada kemungkinan seseorang merasa kurang puas.
Berbuat baik tetap penting, tetapi perlu disertai kesadaran bahwa kebutuhan diri sendiri juga layak diperhatikan.
3. Menetapkan batasan yang sehat.