
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Selain itu, penurunan kadar insulin selama puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu regulasi gula darah. Autophagy yang terpicu juga berkontribusi pada pembaruan sel-sel imun, sehingga sistem kekebalan tubuh dapat bekerja lebih efektif.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan puasa dengan penurunan risiko penyakit degeneratif, berkat proses daur ulang protein yang rusak dan berkurangnya inflamasi.
Nah, di samping itu, puasa memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat, membantu menurunkan tekanan darah, memperbaiki profil kolesterol, serta mendukung fungsi ginjal.
Pada akhirnya, puasa Ramadan bukan hanya aktivitas spiritual yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah SWT, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan empati sosial. Ia juga membawa dampak positif bagi kesehatan fisik dan psikologis.
Dimensi ibadah dan dimensi ilmiah ini tidak perlu dipertentangkan; keduanya dapat berjalan beriringan, saling memperkaya pemahaman kita tentang makna puasa.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Puasa dan Autophagy"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang