Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jujun Junaedi
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Jujun Junaedi adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Perjalanan Panjang Menjemput Panggilan ke Baitullah

Kompas.com, 18 Mei 2026, 09:07 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Meski demikian, saya mencoba menerima semuanya dengan lapang hati. Penyesalan memang datang belakangan, tetapi setidaknya kami sudah berada dalam barisan orang-orang yang sedang menanti panggilan Allah SWT.

Kini, lembar bukti pendaftaran itu menjadi salah satu dokumen paling berharga di rumah kami. Bukan hanya karena nilainya secara administratif, tetapi karena ia menjadi simbol perjalanan panjang tentang niat, kesabaran, dan keberanian mengambil keputusan.

Menunggu Sambil Memantaskan Diri

Bagi saya, menunggu keberangkatan hingga tahun 2031 bukan sekadar soal menanti waktu. Masa tunggu ini justru menjadi kesempatan untuk terus memperbaiki diri.

Saya mulai memahami bahwa menjadi tamu Allah bukan hanya soal mampu secara finansial, tetapi juga tentang mempersiapkan hati, menjaga kesehatan, memperbaiki ibadah, dan memperdalam ilmu manasik.

Di tengah keseharian, pikiran saya kadang melayang membayangkan suasana Tanah Suci. Saya membayangkan berjalan bersama istri mengenakan ihram, melantunkan talbiyah di antara jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia.

Mimpi yang mulai saya bangun sejak tahun 1997 itu kini terasa lebih nyata.

Menjelang bulan Dzulhijjah tahun 2026 ini, suasana spiritual di sekitar juga terasa semakin hidup. Melihat tetangga dan kerabat bersiap berangkat haji menghadirkan rasa haru sekaligus motivasi untuk terus menjaga niat.

Kini saya tidak lagi terlalu sibuk meratapi keterlambatan mendaftar. Saya lebih memilih bersyukur karena Allah SWT masih memberi kesempatan untuk berada dalam antrean tamu-Nya.

Saya percaya, setiap orang memiliki waktu terbaiknya masing-masing.

Tentang Niat dan Keberanian Memulai

Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa niat yang baik perlu dijaga dengan tindakan nyata. Perhitungan materi memang penting sebagai bagian dari ikhtiar, tetapi jangan sampai membuat langkah terus tertunda.

Kadang, yang paling berat bukan mengumpulkan biaya, melainkan melawan rasa “nanti saja” yang terasa aman, tetapi diam-diam menjauhkan kita dari kesempatan.

Haji memang panggilan Allah SWT. Namun, keberanian untuk memulai ikhtiar tetap menjadi bagian dari tanggung jawab manusia.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga niat kita, memberi kesehatan lahir dan batin, serta memudahkan langkah siapa pun yang sedang berusaha menjemput panggilan menuju Baitullah.

Dan semoga, ketika waktunya tiba nanti, kita semua dapat memenuhi panggilan itu dengan hati yang lebih siap, lebih tenang, dan lebih bersyukur.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menjemput Haji: Saat Getar Niat Menang Melawan Kalkulasi Angka dan Jebakan Penundaan"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengenal Pulau Seram Lewat Cerita Seorang Murid
Mengenal Pulau Seram Lewat Cerita Seorang Murid
Kata Netizen
Di Balik Julukan Panas Bekasi, Ada Kehidupan yang Terus Berjalan
Di Balik Julukan Panas Bekasi, Ada Kehidupan yang Terus Berjalan
Kata Netizen
Pujian Sederhana Mengubah Rasa Percaya Diri Siswa
Pujian Sederhana Mengubah Rasa Percaya Diri Siswa
Kata Netizen
Perjalanan Panjang Menjemput Panggilan ke Baitullah
Perjalanan Panjang Menjemput Panggilan ke Baitullah
Kata Netizen
Ruang Hijau Kecil Menghadirkan 'Kehidupan Baru' di Rumah
Ruang Hijau Kecil Menghadirkan "Kehidupan Baru" di Rumah
Kata Netizen
Cerita Menanam Sayur di Rumah, dari Polybag ke Meja Makan
Cerita Menanam Sayur di Rumah, dari Polybag ke Meja Makan
Kata Netizen
Perspektif Lain Profesi MC yang “Gak Cuma Modal Ngomong”
Perspektif Lain Profesi MC yang “Gak Cuma Modal Ngomong”
Kata Netizen
Ketika Jurusan Baru SMK Tidak Selalu Menjadi Jawaban
Ketika Jurusan Baru SMK Tidak Selalu Menjadi Jawaban
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Pecinan di Pedalaman Wonogiri
Menyusuri Jejak Pecinan di Pedalaman Wonogiri
Kata Netizen
Sebelum Membeli Hewan Kurban, Sudahkah Memastikan Ada SKKH?
Sebelum Membeli Hewan Kurban, Sudahkah Memastikan Ada SKKH?
Kata Netizen
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Saat Hamil, Setiap Asupan Menentukan Masa Depan
Kata Netizen
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Sepat, Sajian Sederhana yang Menyimpan Kekayaan Rasa dan Tradisi
Kata Netizen
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kelas Menengah di Persimpangan, antara Bertahan dan Bertumbuh
Kata Netizen
'Hamil Kebo', Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
"Hamil Kebo", Ringan di Awal, tetapi Penuh Perjuangan di Akhir
Kata Netizen
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kisah dan Rasa Perempuan dalam Bingkai Cerita
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau