Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Abdul Haris
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Abdul Haris adalah seorang yang berprofesi sebagai Bankir. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Apakah Uang yang Rusak Masih Bisa Ditukar?

Kompas.com - 12/10/2023, 12:31 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Dalam kondisi tertentu, BI dapat meminta kepada penukar untuk menyertakan surat keterangan dari kepolisian maupun kelurahan terkait latar belakang terjadinya kebakaran.

Upaya Mengurangi Risiko Kerusakan Uang

Terjadinya musibah kebakaran seringkali tidak terduga. Untuk itulah, upaya-upaya untuk mengamankan uang kita dari musibah tersebut perlu dilakukan.

Pertama, utamakan untuk menyimpan uang di bank dan memanfaatkan fasilitas transaksi non tunai, bisa melalui mobile banking, ATM, Layanan Keuangan Digital, dll.

Kedua, ketika memang diposisikan mesti membawa atau menyimpan uang tunai di rumah, perlu mempertimbangkan jumlah uang yang disimpan tersebut. Usahakan uang yang disimpang tidak dalam jumlah besar, sesuaikan saja dengan kebutuhan dan keperluan.

Ketiga, apabila musibah kebakaran tidak bisa dihindarkan dan uang tunai yang rusak sebagian masih bisa diselamatkan, masyarakat perlu segera membawa uang tersebut ke Bank Indonesia.

Jika kondisinya tidak memungkinkan untuk sesegera mungkin membawa uang rusak ke BI karena jarak rumah yang terlalu jauh, maka kita dapat meminta bantuan ke pihak-pihak terpercaya, seperti aparat atau perbankan terdekat untuk proses komunikasi serta penukaran ke BI.

Uang Rusak Jangan Ditransaksikan

Hal terpenting yang mesti diingat, uang tunai yang rusak sebagian karena terbakar atau sebab lainnya, tidak diperbolehkan untuk bertransaksi.

Meski memang uang tersebut masih memiliki nilai sebagai alat transaksi, namun uang tersebut sejatinya sudah tidak layak edar. Dengan demikian, sejatinya uang tersebut tidak layak digunakan sebagai alat pembayaran.

Maka dari itu, sekali lagi jika memang uang yang kita miliki mengalami kerusakan akibat musibah kebakaran atau sebab lainnya, sebaiknya kita langsung membawa uang yang sekiranya masih bisa diselamatkan ke BI atau pihak perbankan lain yang ditunjuk oleh BI untuk segera ditukarkan.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Uang Rupiah Terbakar, Apakah Masih Bisa Ditukar?"

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Apa yang Orangtua Bisa Lakukan saat Anak Banyak Bertanya?

Apa yang Orangtua Bisa Lakukan saat Anak Banyak Bertanya?

Kata Netizen
Tidak Selamanya Sibuk di Kantor Itu Produktif!

Tidak Selamanya Sibuk di Kantor Itu Produktif!

Kata Netizen
Anak Jadi Investasi Hari Tua, Yakin?

Anak Jadi Investasi Hari Tua, Yakin?

Kata Netizen
Mewujudkan Pendidikan Gratis untuk Perguruan Tinggi, Bisa?

Mewujudkan Pendidikan Gratis untuk Perguruan Tinggi, Bisa?

Kata Netizen
Agar Lansia Bisa Produktif Pertimbangkan 5 Cara Berikut!

Agar Lansia Bisa Produktif Pertimbangkan 5 Cara Berikut!

Kata Netizen
Joko Pinurbo, Puisi, dan Ucapan Terima Kasih

Joko Pinurbo, Puisi, dan Ucapan Terima Kasih

Kata Netizen
Konflik Geopolitik dan Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Konflik Geopolitik dan Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Kata Netizen
Lebih Baik Sewa atau Beli Rumah? Pertimbangkan Dulu Hal Ini

Lebih Baik Sewa atau Beli Rumah? Pertimbangkan Dulu Hal Ini

Kata Netizen
Kelas Menengah Bawah: Terkutuk di Kanan, Tersudutkan di Kiri

Kelas Menengah Bawah: Terkutuk di Kanan, Tersudutkan di Kiri

Kata Netizen
Jumlah Kosakata Sedikit atau Kualitas Berbahasa Kita yang Kurang?

Jumlah Kosakata Sedikit atau Kualitas Berbahasa Kita yang Kurang?

Kata Netizen
Dampak Melemahnya Nilai Tukar Rupiah terhadap Sektor Industri

Dampak Melemahnya Nilai Tukar Rupiah terhadap Sektor Industri

Kata Netizen
Paradoks Panen Raya, Harga Beras Kenapa Masih Tinggi?

Paradoks Panen Raya, Harga Beras Kenapa Masih Tinggi?

Kata Netizen
Pentingnya Pengendalian Peredaran Uang di Indonesia

Pentingnya Pengendalian Peredaran Uang di Indonesia

Kata Netizen
Keutamaan Menyegerakan Puasa Sunah Syawal bagi Umat Muslim

Keutamaan Menyegerakan Puasa Sunah Syawal bagi Umat Muslim

Kata Netizen
Menilik Pengaruh Amicus Curiae Megawati dalam Sengketa Pilpres 2024

Menilik Pengaruh Amicus Curiae Megawati dalam Sengketa Pilpres 2024

Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com