
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Peluang di Tengah Koreksi Pasar
Meski demikian, koreksi tajam IHSG juga membuka peluang, khususnya bagi investor jangka panjang. Penurunan harga membuat valuasi sejumlah saham unggulan berada di bawah rata-rata historis.
Indikator seperti Price Earning Ratio (PER) dan Price Book Value (PBV) menunjukkan saham perbankan besar diperdagangkan dengan diskon yang cukup dalam dibandingkan lima tahun terakhir.
Secara historis, IHSG mencatatkan pertumbuhan rata-rata sekitar 6,5 persen per tahun dalam satu dekade terakhir, menurut data Bursa Efek Indonesia.
Nah, dengan basis kelas menengah yang besar dan potensi ekonomi domestik yang kuat, peluang pemulihan tetap terbuka apabila reformasi struktural dijalankan secara konsisten.
Pada titik ini, krisis dapat menjadi momentum penting: apakah pasar modal Indonesia akan terus dibayangi ketidakpastian, atau justru bertransformasi menjadi lebih transparan, kredibel, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Jawaban atas pertanyaan tersebut akan sangat menentukan arah kepercayaan investor dan kesejahteraan ekonomi masyarakat ke depan.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Runtuhnya IHSG dan Kemungkinan Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia dan Masyarakat"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang