Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Abiwodo SE MM
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Abiwodo SE MM adalah seorang yang berprofesi sebagai Bankir. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Menilik Dampak UU P2SK bagi Sektor Perbankan Indonesia

Kompas.com - 24/01/2023, 11:41 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Pada 15 Desember 2022 lalu, Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) telah disahkan menjadi UU P2SK dalam Sidang Paripurna DPR.

Dengan disahkannya UU P2SK, maka diharapkan akan bisa menjawab tantangan perekonomian, termasuk juga soal apa dampaknya bagi dunia perbankan Indonesia.

Beberapa hal yang diharapkan akan bisa dijawab oleh UU P2SK ini adalah pengaruh global akibat guncangan yang terjadi karena adanya disrupsi geopolitik dan sisi suplai yang mengakibatkan inflasi tinggi di banyak negara maju.

Selain inflasi tinggi, pengaruh global ini juga direspon dengan kenaikan suku bunga serta pengetatan likuiditas.

Perubahan yang terjadi dalam UU P2SK ini menjadikan kredibilitas dari masing-masing otoritas, seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) semakin kuat.

Selain itu juga tetap meningkatkan koordinasi untuk menjaga perekonomian serta stabilitas sistem keuangan bersama-sama.

Susunan UU P2SK terdiri atas 27 Bab dan 341 Pasal meliputi antara lain perasuransian, program penjaminan polis, kegiatan usaha bullion, konglomerasi keuangan mikro, Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), sampai dengan koperasi dalam sektor jasa keuangan.

Tentu saja, tujuannya adalah demi menjaga kestabilan dari sistem keuangan untuk menguatkan jaring pengamanan sistem keuangan.

Dari segi penguatan, OJK memperoleh amanat baru terutama dalam hal mengelola sektor yang termasuk perubahan dalam hal teknologi seperti cryptocurrency dan juga koperasi simpan pinjam.

Dari segi industri perbankan, UU P2SK ini juga memberikan dampak tersendiri, antara lain sebagai berikut.

Pergantian Nama Bank Perkreditan Rakyat Jadi Bank Perekonomian Rakyat

Dalam UU P2SK mengatur tentang masalah pergantian penyebutan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi Bank Perekonomian Rakyat.

Tujuan dari perubahan nama tersebut tak lain adalah untuk menaikkan citra BPR di masyarakat. BPR juga dituntut untuk bisa berkontribusi dalam upaya meningkatkan perekonomian nasional bersama dengan bank umum lainnya. Dengan kata lain, BPR juga dituntut untuk bisa naik kelas.

Maka dari itu, adanya pergantian nama ini, BPR BPR diproyeksikan bisa memberikan layanan keuangan layaknya seperti bank umum lainnya.

Kesempatan BPR Bisa Melantai di Bursa Semakin Terbuka

UU P2SK juga bisa memberi kesempatan BPR untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin terbuka melalui mekanisme penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Beleid ini memperbolehkan BPR dalam melakukan IPO. Tentu, pelaksanaannya harus prudent seperti penetapan modal inti minimum sebesar Rp 6 miliar di akhir tahun 2024.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya

Mindfulness dan Kaitannya dengan Yoga serta Mindful Eating

Mindfulness dan Kaitannya dengan Yoga serta Mindful Eating

Kata Netizen
Bagaimana Sebaiknya Sekolah Menangani Siswa Bermasalah?

Bagaimana Sebaiknya Sekolah Menangani Siswa Bermasalah?

Kata Netizen
Remaja Kita dan Internet, Sebuah Panduan Mengontrol Screen Time

Remaja Kita dan Internet, Sebuah Panduan Mengontrol Screen Time

Kata Netizen
Riset Membuktikan Kesepian Lebih Berbahaya daripada Merokok

Riset Membuktikan Kesepian Lebih Berbahaya daripada Merokok

Kata Netizen
Penjelasan Pengajuan Pinajaman Tertolak meski Hasil SLIK Bagus

Penjelasan Pengajuan Pinajaman Tertolak meski Hasil SLIK Bagus

Kata Netizen
Melihat Hubungan Mata Pelajaran dalam Membentuk Pola Pikir Anak

Melihat Hubungan Mata Pelajaran dalam Membentuk Pola Pikir Anak

Kata Netizen
Melatih Motorik Halus Anak dengan Bermain Playdough

Melatih Motorik Halus Anak dengan Bermain Playdough

Kata Netizen
Jangan Asal Buat CV, Simak Tips Berikut Ini!

Jangan Asal Buat CV, Simak Tips Berikut Ini!

Kata Netizen
Masih Ada Petugas KPPS Berguguran, Apa yang Perlu Dievaluasi?

Masih Ada Petugas KPPS Berguguran, Apa yang Perlu Dievaluasi?

Kata Netizen
Di Balik Tuntutan dan Realita, Ini Alasan Kenapa Menunda Pernikahan

Di Balik Tuntutan dan Realita, Ini Alasan Kenapa Menunda Pernikahan

Kata Netizen
Upaya Bersama Mengembalikan Kepercayaan Orangtua pada Sekolah

Upaya Bersama Mengembalikan Kepercayaan Orangtua pada Sekolah

Kata Netizen
Mengenal Mangalli Reu, Upacara Adat Masyarakat Simbuang Batutallu

Mengenal Mangalli Reu, Upacara Adat Masyarakat Simbuang Batutallu

Kata Netizen
90 Petugas KPPS Meninggal, Langkah Mitigasi Apa yang Perlu Ditempuh?

90 Petugas KPPS Meninggal, Langkah Mitigasi Apa yang Perlu Ditempuh?

Kata Netizen
Menilik Perbedaan Personal Branding dan Flexing

Menilik Perbedaan Personal Branding dan Flexing

Kata Netizen
Ranking Siswa: Antara Motivasi Murid dan Absennya di Kurikulum Baru

Ranking Siswa: Antara Motivasi Murid dan Absennya di Kurikulum Baru

Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com